Skip to main content
Karhutla

Khutbah Jumat di Nanga Tikan, Satgas TNI Ajak Warga Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

HALUANRAKYAT.com, SINTANG – Pesan menjaga lingkungan disampaikan dalam khutbah Salat Jumat di Masjid Al-Ilham, Desa Nanga Tikan, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026).

Anggota Satgas Karhutla Mabes TNI, Kolonel Laut (KH) Chumaidi, yang bertindak sebagai khatib sekaligus imam, mengajak masyarakat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan, terutama di tengah kondisi kemarau panjang, kekeringan, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla Satgas Mabes TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan silaturahmi bersama masyarakat Desa Nanga Tikan.

Menurut Saptarendra, Satgas Mabes TNI mendapat undangan dari Kepala Desa Nanga Tikan, Simon, untuk menghadiri pertemuan di rumah Sekretaris Desa Nanga Tikan, Kasriadi.

Pertemuan tersebut dihadiri aparat desa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Dalam pertemuan itu, dibahas pentingnya upaya pencegahan Karhutla di tengah kondisi kemarau.

“Secara umum, di Desa Nanga Tikan, Karhutla dapat ditekan karena penerapan aturan adat yang ketat,” ujar Saptarendra.

Setelah pertemuan, rombongan kemudian melaksanakan Salat Jumat bersama puluhan warga di Masjid Al-Ilham. Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Laut (KH) Chumaidi menyampaikan khutbah mengenai pentingnya menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Chumaidi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya ketika kekeringan meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

“Dalam situasi kekeringan dan meningkatnya risiko Karhutla, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat, dengan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu Karhutla,” ucap Chumaidi dalam khutbahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari perbuatan yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat secara luas.

“Hindari perbuatan zalim yang berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat luas,” tegasnya.

Dalam khutbah tersebut, Chumaidi turut mengutip nasihat Imam Hasan Al-Bashri yang menggambarkan manusia dalam tiga golongan, yakni seperti makanan yang selalu dibutuhkan, obat yang diperlukan pada waktu tertentu, dan penyakit yang keberadaannya justru membawa mudarat.

“Mari kita berusaha menjadi manusia seperti makanan yang selalu memberikan manfaat bagi orang lain, bukan menjadi seperti penyakit yang kehadirannya membawa kerugian,” pungkasnya.

Selain Kolonel Chumaidi dan Kolonel Saptarendra, kegiatan tersebut diikuti Kolonel Kes Robi Mandolin, Plh Danramil 1205-17/Kayan Hilir Peltu Herry Cahyono, Ka Unit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra, serta anggota Satgas BKO Yon TP 542/Kodam V Brawijaya.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.