HALUANRAKYAT.com, KENDARI – Sektor pertanian dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal tersebut sejalan dengan kontribusi sektor pertanian yang mencapai sekitar 23 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra.
Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu dari tiga sektor utama yang mendorong PDRB Sultra. Dua sektor lainnya yakni pertambangan dan perdagangan.
“Kalau saya hanya ingin menekankan bahwa tiga sektor komoditas yang mendorong PDRB kita di Sulawesi Tenggara adalah sektor pertanian sekitar 23 persen, pertambangan 21 persen, dan perdagangan 20 persen,” kata Jaelani.
Menurutnya, besarnya kontribusi sektor pertanian menunjukkan bahwa sektor tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Terlebih, Komisi IV DPR RI memiliki mitra kerja yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian, kelautan dan perikanan, pangan, serta karantina.
Jaelani menegaskan dirinya siap mendorong kolaborasi untuk memperkuat sektor-sektor tersebut di Sultra.
“Sebagai anggota DPR RI perwakilan Sulawesi Tenggara yang ada di Komisi IV, yang mitranya ada Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, termasuk Badan Karantina, Badan Pangan Nasional, insyaallah kehadiran saya di sini siap membangun kolaborasi,” ujarnya.
Selain pengembangan produksi, Jaelani menilai penguatan infrastruktur pendukung menjadi hal penting, khususnya fasilitas laboratorium karantina. Ia menyebut kondisi fasilitas laboratorium di Sultra masih minim.
Menurut Jaelani, berdasarkan pembahasan dalam rapat bersama Badan Karantina, fasilitas laboratorium di Sultra bahkan memiliki bangunan yang telah berdiri sejak 1981.
“Waktu itu Kepala Badan Karantina menyampaikan memang fasilitas laboratorium di Sultra ini masih sangat minim. Bangunannya dari tahun 1981,” katanya.
Ia berharap revitalisasi fasilitas laboratorium tersebut dapat diperjuangkan melalui alokasi anggaran 2027. Menurutnya, peningkatan fasilitas karantina diperlukan untuk mendukung proses hilirisasi hingga ekspor berbagai komoditas dari Sultra.
“Ini menjadi penting supaya hilirisasi ekspor bahan-bahan kita ini bisa kita wujudkan secara baik,” pungkas Jaelani.
Laporan: ASL