Skip to main content
Vaksin

Hasil Investigasi: Serangan Jantung Jadi Sebab Guru di Baubau Meninggal Pasca Vaksinasi

HALUANRAKYAT.com, KENDARI - Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Sulawesi Tenggara (Komda KIPI Sultra) telah merilis hasil investigasi kematian seorang guru di Kota Baubau pasca vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan hasil audit dan investigasi yang dibeberkan dalam sidang bersama secara virtual Komda KIPI Sultra dan Komnas KIPI pada Senin (24/5/2021) lalu, disimpulkan kematian La Hinu (59), guru SMP Negeri 1 Kota Baubau disebabkan oleh serangan jantung yang dialaminya pasca vaksinasi.

Selain itu, sebab lain kematian La Hinu menurut hasil investigasi adalah diabetes melitus (DM), penyakit yang ia derita sejak 15 tahun terakhir ini.

"Hasil investigasi, penyebab kematian adalah DM (diabetes melitus) dan serangan jantung," ungkap Ketua Komda KIPI Sultra, Musyawarah via pesan singkat pada Ahad (30/5/2021) malam.

La Hinu yang meninggal dunia enam jam setelah disuntikkan vaksin Covid-19 merek Sinovac memang memiliki riwayat penyakit diabetes dan penurunan fungsi ginjal. Namun, vaksinator kala itu tetap bersikukuh bahwa almarhum tetap layak untuk divaksinasi.

Berdasarkan kronologi yang dibeberkan dokter penyakit dari Kota Baubau, Lukman, diketahui La Hinu mengalami penurunan kesadaran pasca vaksinasi dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Kota Baubau oleh pihak keluarga.

"Hasil GD (gula darah) meningkat 400-an, EKG (rekam jantung) ada kelainan, tes Covid-19 hasilnya negatif," imbuhnya.

Menurut Musyawarah, La Hinu dalam kondisi baik sebelum divaksinasi, sehingga disimpulkan layak divaksinasi Covid-19 pada saat itu, meski telah diketahui bahwa ia menderita diabetes melitus.

"Hasil laboratorium (sebelum) vaksinasi 173 (gula darah), layak divaksin," tegas Musyawarah.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.