KENDARI — Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mematangkan persiapan menghadapi Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya instruktur senam.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Pelatihan Instruktur Senam Semangat Nusantara yang diselenggarakan Komunitas Senam Bergerak Banua (KSBB) Sultra, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Ketua KORMI Sultra, Herfain, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga masyarakat sekaligus mempersiapkan instruktur dan pegiat senam yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Herfain menegaskan bahwa pelatihan instruktur tidak hanya bertujuan meningkatkan penguasaan teknik dan gerakan senam, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang profesional, disiplin, kreatif, dan mampu mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga.
“Pelatihan ini bukan sekadar untuk meningkatkan kemampuan gerakan senam, tetapi merupakan langkah strategis untuk menyiapkan instruktur yang profesional, disiplin, kreatif, dan mampu menggerakkan masyarakat agar semakin mencintai olahraga,” ujar Herfain.
Menurutnya, instruktur memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga masyarakat. Selain mengajarkan teknik senam, instruktur juga diharapkan menjadi teladan dalam membangun kedisiplinan, kekompakan, kebugaran, serta semangat kebersamaan.
Karena itu, Herfain meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan serta dikembangkan di daerah masing-masing.
Ia menjelaskan, salah satu agenda yang perlu dipersiapkan KORMI Sultra bersama organisasi anggotanya adalah penyelenggaraan Lomba Senam Semangat Nusantara tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Kompetisi tersebut direncanakan menjadi bagian dari tahapan pembinaan dan persiapan pegiat olahraga masyarakat Sultra menuju FORNAS IX Tahun 2027.
Menurut Herfain, persiapan menghadapi ajang olahraga masyarakat tingkat nasional membutuhkan perencanaan matang, instruktur berkualitas, latihan konsisten, serta koordinasi organisasi yang kuat.
“Keberhasilan menuju FORNAS tidak ditentukan hanya pada saat perlombaan berlangsung, tetapi ditentukan oleh keseriusan kita mempersiapkan diri sejak sekarang,” tegasnya.
Herfain juga mendorong seluruh pengurus KORMI dan organisasi olahraga masyarakat di kabupaten/kota untuk mulai mempersiapkan instruktur serta peserta terbaik yang berpotensi mewakili Sulawesi Tenggara.
Selain meningkatkan kualitas latihan, koordinasi antarpengurus dan pembinaan berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk peserta yang memiliki kemampuan dan daya saing.
Ia mengingatkan agar nilai sportivitas, kedisiplinan, dan kebersamaan terus ditanamkan dalam setiap tahapan pembinaan olahraga masyarakat.
Melalui pelatihan yang diselenggarakan KSBB Sultra tersebut, KORMI berharap semakin banyak instruktur senam berkualitas yang dapat berperan aktif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga.
Herfain juga berharap Sulawesi Tenggara tidak hanya mampu menyelenggarakan kompetisi senam dengan baik, tetapi turut melahirkan pegiat olahraga masyarakat berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Dengan persiapan yang terencana dan pembinaan yang berkelanjutan, KORMI Sultra menargetkan kesiapan instruktur dan peserta semakin meningkat menjelang pelaksanaan FORNAS IX Tahun 2027.
Laporan: ASL