HALUANRAKYAT.com, KENDARI -- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dikukuhkan.
Momentum ini menjadi babak baru bagi pengurus dalam memperkuat struktur partai sekaligus menegaskan komitmen keberpihakan kepada masyarakat di Bumi Anoa.
Selain prosesi pengukuhan, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan agenda strategis lainnya, yakni Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).
Agenda tersebut dirancang untuk menyamakan persepsi dan langkah seluruh kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, menekankan bahwa jabatan yang diemban pengurus bukan sekadar simbol struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk mengawal kepentingan publik.
Ia mewajibkan seluruh kader, terutama yang duduk di kursi legislatif, untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
"PKB harus hadir sebagai solusi. Saya instruksikan kepada seluruh kader di Sulawesi Tenggara untuk memastikan setiap kebijakan yang kita kawal di pemerintahan maupun parlemen adalah kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat," tegas Jaelani.
Memaksimalkan 'Gerakan Politik Kehadiran'
Salah satu poin krusial yang dipaparkan Jaelani adalah strategi Gerakan Politik Kehadiran. Ia meminta para kader tidak hanya muncul saat menjelang kontestasi politik, tetapi harus selalu hadir di tengah-tengah persoalan warga.
Menurutnya, eksistensi PKB di Sultra akan sangat bergantung pada sejauh mana kader mampu mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Hal itu sesuai dengan visi PKB bahwa menciptakan masyarakat adil dan makmur secara material-spiritual, serta membangun tatanan politik demokratis, terbuka, bersih, dan berakhlakul karimah.
"Semangat politik PKB terus hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Nah, itu lah politik kehadiran yang kita akan terus perjuangkan," katanya.
Dalam orientasi politik, Jaelani fokus pada peningkatan kapasitas kader dalam memahami ideologi partai, nilai, karakter dan loyalitas.
Selain itu, peserta ditekankan untuk memahami arah politik PKB utamanya dalam mendorong gerakan politik kehadiran.
Dalam momentum itu juga, peserta turut diberikan pengetahuan tentang kepemimpinan politik PKB, tata kelola, manajemen partai dan fundraising.
Sedangkan muskerwil menghasilkan rekomendasi kerja nyata untuk pembangunan daerah di berbagai sektor. Termasuk mendorong kader untuk menjadi mitra kritis pemerintah di berbagai tingkatan eksekutif.
Target Strategis memperkuat soliditas pengurus di tingkat kabupaten/kota se-Sultra.
Dengan pengukuhan ini, DPW PKB Sultra menyatakan kesiapannya untuk tampil lebih agresif namun tetap humanis dalam peta politik lokal, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih merata.
Laporan: ASL