Skip to main content
Satgas

Satgas Karhutla TNI Buka Lahan Demplot Pupuk Alternatif

SINTANG – Menjelang berakhirnya masa penugasan, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla TNI membuka lahan Demonstration Plot (Demplot) di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Demplot tersebut disiapkan sebagai lokasi uji coba pupuk organik berbahan limbah sawit untuk mencari alternatif pengganti pupuk dari hasil pembakaran pohon.

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir, Saptarendra Prasada, mengatakan pembukaan Demplot merupakan salah satu upaya mencari solusi terhadap persoalan yang mendorong masyarakat melakukan pembakaran pohon saat membuka dan mengolah lahan pertanian.

“Akar masalah dari pembakaran pohon bagi peladang bukan tentang pembukaan lahan, tapi kebutuhan peladang untuk memupuk lahan di Kayan Hilir yang memiliki tingkat asam yang kuat,” ujar Saptarendra di Mombay Begununk, Kayan Hilir, Sintang, Selasa (15/9/2026).

Menurut Saptarendra, kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi membuat petani membutuhkan bahan untuk meningkatkan kesuburan lahan. Di sisi lain, sebagian masyarakat Kayan Hilir mempertahankan pola pertanian padi organik.

Karena itu, Satgas mencoba mendorong penggunaan bahan organik yang tersedia melimpah di wilayah tersebut, salah satunya limbah pengolahan kelapa sawit berupa tandan kosong atau tankos dan solid.

“Termasuk budaya masyarakat yang menanam padi organik, sehingga kita coba alternatif solusi pupuk bahan organik yang tersedia melimpah di Kayan Hilir yaitu dari pengolahan sawit berupa tankos dan solid,” katanya.

Demplot tersebut dibuka di lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi milik Kepala Desa Mombay Begununk, Leo Albert, yang berada di perbatasan Desa Mombay Begununk dengan Desa Jambu.

Untuk penyediaan limbah sawit, Satgas menggandeng PT Gunas Group. Perusahaan tersebut memberikan akses pemanfaatan limbah produksi berupa tankos dan solid untuk kebutuhan pupuk pertanian dan ladang masyarakat.

“Limbah itu juga bisa digunakan oleh masyarakat sebagai bagian komitmen mereka membantu masyarakat,” ujar Saptarendra.

Dalam tahap uji coba, pengelolaan Demplot akan melibatkan penyuluh pertanian, Koramil Kayan Hilir, Polsek Kayan Hilir serta siswa SMK Negeri Kayan Hilir, khususnya dari jurusan pertanian.

Pelibatan siswa tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan ruang praktik dan pemberdayaan generasi muda agar dapat mengembangkan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Program tersebut mendapat sambutan dari Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir, Pemerintah Desa Mombay Begununk dan pihak SMK Negeri Kayan Hilir.

Kepala Desa Mombay Begununk, Leo Albert, mengatakan Demplot tersebut dapat menjadi alternatif solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian.

“Semoga dari kegiatan ini bisa bermanfaat, dan kami siap untuk mendukung program ini. Karena memang tantangan dalam pertanian terus berkembang apalagi musim kemarau yang tak menentu,” ujar Leo.

Dukungan juga disampaikan PT Gunas Group. Perwakilan perusahaan, Nurhayadi, mengatakan limbah produksi sawit berupa tankos dan solid dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan pupuk pertanian.

“Limbah produksi sawit yang ada yaitu tankos kosong dan solid kami silakan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat karena bisa bermanfaat untuk pupuk pertanian dan ladang,” kata Nurhayadi.

Sementara itu, Tokoh Adat Undau Kayan Hilir, Matius Nampun, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengatakan lahan yang digunakan untuk Demplot merupakan tanah masyarakat dan dipersilakan untuk dimanfaatkan sebagai lokasi praktik siswa SMK.

“Kami senang dan bangga bisa berkontribusi untuk membantu masyarakat,” ujar Matius.

Pihak SMK Negeri Kayan Hilir juga menyatakan kesiapan untuk melibatkan siswa dalam kegiatan tersebut. Perwakilan sekolah, Budi Herianto, mengatakan keterlibatan siswa menjadi kesempatan untuk menambah lokasi praktik, mengingat lahan praktik sekolah saat ini memiliki keterbatasan.

“Terima kasih, kami senang dilibatkan karena saat ini lahan praktik SMK kondisinya kurang yaitu lereng terjal. Sehingga ke depan akan kita atur siswa kelas pertanian baik kelas 10, 11 maupun 12,” kata Budi.

Setelah lahan dicampur dengan pupuk abu tankos dan solid sawit, Demplot tersebut akan diberikan pengairan selama sekitar dua hingga tiga minggu. Proses tersebut dilakukan agar terjadi reaksi antara pupuk dan tanah sebelum lahan digunakan untuk proses nugal atau penanaman padi.

Kegiatan pembukaan Demplot tersebut turut dihadiri Plh Danramil 1205-17/Kayan Hilir Peltu Hery Cahyono, Kanit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra Sucitra, anggota Satgas BKO Yon TP 542/Kodam V Brawijaya serta Tim Penyuluh Pertanian yang dipimpin Yefta Masuri.

Laporan: ASL

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.