Skip to main content
Satgas

Satgas Karhutla TNI Gandeng SMK Kembangkan Pupuk Alternatif

HALUANRAKYAT.com, SINTANG – Satuan Tugas (Satgas) Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir menggandeng SMK Negeri Kayan Hilir untuk mengembangkan pupuk alternatif bagi lahan pertanian di tanah mineral. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan demplot sebagai laboratorium praktik bagi siswa.

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra Prasada, mengatakan demplot yang didorong Satgas TNI bersama Kepala Desa Monbay Begununk dan penyuluh pertanian Kayan Hilir akan dimanfaatkan sebagai laboratorium praktik siswa.

Hal itu disampaikan Saptarendra saat kegiatan penyuluhan di SMK Negeri Kayan Hilir, Monbay Begununk, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (14/9/2026).

“Satgas Karhutla TNI tidak hanya memberikan penyuluhan tentang pencegahan Karhutla, tetapi juga mengajak siswa menjadi bagian dari solusi untuk mengantisipasi Karhutla di wilayah Kayan Hilir,” kata Saptarendra.

Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mencari alternatif pupuk organik yang dapat menggantikan pemanfaatan hasil pembakaran pohon sebagai sumber kesuburan lahan.

Pupuk alternatif tersebut dapat dikembangkan melalui metode komposting, fermentasi maupun insinerasi dengan memanfaatkan berbagai limbah yang tersedia di lingkungan.

“Bisa memanfaatkan limbah yang ada seperti tandan kosong dan solid sawit, limbah rumah tangga, buah-buahan dan lain-lain yang tersedia di lingkungan,” ujarnya.

Saptarendra mengatakan, pelibatan siswa dalam pengembangan pupuk alternatif diharapkan tidak berhenti pada teori. Para siswa didorong untuk melakukan praktik dan mengembangkan teknologi terapan yang dapat menjawab persoalan masyarakat.

Demplot yang berada di wilayah Kayan Hilir nantinya menjadi salah satu sarana untuk melakukan praktik tersebut. Siswa dapat menguji berbagai alternatif pengolahan bahan organik sekaligus mempelajari penerapannya pada lahan pertanian.

Selain pupuk alternatif, Satgas juga mendorong siswa mengembangkan teknologi pangan sederhana untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian masyarakat.

Salah satu contohnya adalah mengolah buah durian yang tidak terjual karena membusuk menjadi produk pangan lain. Selain dibuat menjadi tempoyak, durian dapat diolah menjadi keripik melalui proses pengeringan dan penggunaan oven.

Menurut Saptarendra, inovasi tersebut penting mengingat masyarakat kerap menghadapi kendala dalam menjual hasil pertanian, salah satunya akibat keterbatasan akses transportasi.

“Demikian juga komoditas lainnya, karena banyak keluhan buah yang tidak terjual akibat kendala akses transportasi,” katanya.

Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti 314 siswa SMK Negeri Kayan Hilir dari enam jurusan atau konsentrasi. Keenamnya yakni teknik pertanian, teknik komputer dan jaringan, teknik konstruksi dan bangunan, teknik produksi film, teknik otomotif serta manajemen perkantoran dan layanan bisnis.

Saptarendra mengatakan kegiatan tersebut terlaksana atas izin Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat dan mendapat kesempatan dari pihak SMK Negeri Kayan Hilir.

Dalam kegiatan itu, Saptarendra didampingi Kolonel Laut (KH) Chumaidi, Kolonel Kes Robi Mandolin, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Burhannudin dan anggota Satgas BKO Yon TP 542/Kodam V Brawijaya serta Kanit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra Sucitra.

Sementara itu, Wakil Kepala SMK Negeri Kayan Hilir Bidang Sarana Prasarana, Hermawan Susanto, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan bersama Satgas memberikan informasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah.

“Banyak informasi yang didapat dan memotivasi siswa SMK untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran di sekolah,” ujar Hermawan.

Hermawan juga menyambut baik rencana pemanfaatan demplot sebagai lokasi praktik untuk mengembangkan pupuk alternatif dan budidaya tanaman.

Pihak sekolah, kata dia, akan mengirim siswa untuk terlibat dalam pengelolaan dan praktik di demplot, termasuk mencoba budidaya sayuran.

“Pihak sekolah juga akan memanfaatkan demplot sebagai tempat praktik siswa jurusan teknologi pertanian maupun yang lainnya,” katanya.

Hermawan menambahkan, sebelumnya produk hasil kegiatan siswa yang mendapat respons positif dari masyarakat adalah sayuran seledri. Ke depan, pengalaman tersebut akan dikembangkan melalui pemanfaatan demplot sebagai sarana pembelajaran sekaligus praktik bagi siswa.

Laporan: ASL

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.