Skip to main content
Karhutla

Satgas Karhutla TNI Ujicoba Tankos dan Solid Sawitd sebagai Pupuk Alternatif Penyubur Tanah

SINTANG – Satuan Tugas (Satgas) Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menguji pemanfaatan limbah tandan kosong (Tankos) dan solid sawit sebagai alternatif pupuk organik untuk lahan pertanian masyarakat.

Pengujian dilakukan melalui pembuatan lahan demonstrasi plot (demplot) seluas 500 meter persegi di Desa Jambu, Dusun Potai, Kecamatan Kayan Hilir.

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, mengatakan, rencana pembuatan demplot tersebut diawali dengan koordinasi dan peninjauan lokasi bersama aparat Desa Monbay Begununk, tim penyuluh pertanian lapangan serta sejumlah tokoh masyarakat.

“Lokasi demplot direncanakan di tanah milik keluarga Kepala Desa Monbay Begununk, Leo Albert, yaitu di Desa Jambu, Dusun Potai. Untuk kebutuhan Tankos dan solid sawit akan didukung dari limbah produksi PT Gunas Group,” ujar Saptarendra, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, operasional demplot nantinya akan mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian dan Koramil 1205-17/Kayan Hilir, serta didukung Polsek Kayan Hilir.

Saptarendra mengatakan, pemanfaatan limbah sawit sebagai pupuk alternatif di lahan pertanian bukan perkara sederhana. Namun, pengalaman masyarakat dan perusahaan dalam memanfaatkan Tankos dan solid pada perkebunan sawit menjadi dasar untuk menguji penggunaannya pada lahan pertanian masyarakat.

“Berbekal dari keberhasilan masyarakat dan perusahaan dalam penggunaan Tankos dan solid di sawit maupun perkebunan, maka akan kita uji di demplot seluas 500 meter persegi ini,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas bahan dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi maupun pengomposan. Untuk tahap awal, bahan yang tersedia dan dapat digunakan dalam waktu relatif cepat adalah abu Tankos dan hasil fermentasi solid sawit.

Saptarendra menyebut, inisiatif tersebut juga didorong oleh tingginya semangat mencari alternatif bagi masyarakat agar dapat berladang tanpa harus melakukan pembakaran pohon.

“Semangat untuk mencari alternatif solusi agar petani dapat berladang tanpa harus membakar pohon menjadi tinggi, karena antusias yang hadir, terutama dari Pak Kades, tim penyuluh pertanian serta Pak Nampun dalam mendukung kegiatan,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Monbay Begununk, Leo Albert, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.

“Kami senang dan siap mendukung inisiatif Satgas TNI untuk menguji penggunaan pupuk dari Tankos dan solid sawit,” kata Leo.

Ia mengatakan, pemerintah desa juga menyiapkan lahan sekitar dua hektare untuk mendukung kegiatan percobaan tersebut. Sementara kebutuhan pengairan nantinya akan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Pertanian Kayan Hilir, Yefta, bersama anggota melakukan pengujian awal kualitas tanah dan Tankos menggunakan strip pH.

Hasil pengujian menunjukkan, tanah mineral di lokasi memiliki pH sekitar 4 atau masuk kategori asam kuat.

Yefta menjelaskan, abu Tankos dan abu hasil pembakaran pohon sama-sama berada pada kategori basa kuat. Namun, menurut hasil pengujian awal, abu Tankos memiliki tingkat kebasaan yang lebih tinggi.

“Jadi abu Tankos lebih efektif daripada abu pohon dalam merubah pH tanah,” ujar Yefta.

Selanjutnya, Tankos dan solid sawit akan diformulasikan untuk mendapatkan campuran serta takaran yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan penyuburan lahan.

“Ini baru tes awal, besok atau lusa akan kami coba formulasi dan takaran yang pas untuk menyeimbangkan kualitas tanah yang diharapkan, termasuk penyuburannya,” pungkasnya.

Peninjauan dan koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Satgas TNI, di antaranya Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin, Humas PT BTN Gunas Group Matius Nampun, Kepala SMP 1 Kayan Hilir Paulus, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Daniel, Kanit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra Sucitra, serta tokoh masyarakat setempat.

Laporan: Sul

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.