Skip to main content
Barantin

Ekspor Perdana Tepung Tapioka dan Minyak Kelapa Sultra Tembus Rp10,9 Miliar

HALUANRAKYAT.com, KONAWE SELATAN – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melepas ekspor perdana komoditas unggulan berupa tepung tapioka dan minyak kelapa ke pasar internasional.

Pelepasan ekspor berlangsung di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka melepas pengiriman komoditas tersebut menuju Republik Rakyat Tiongkok dan Malaysia.

Dalam ekspor perdana ini, sebanyak 900 ton tepung tapioka senilai Rp7,3 miliar dikirim ke Republik Rakyat Tiongkok. Selain itu, sebanyak 127 ton minyak kelapa senilai Rp3,6 miliar diekspor ke Malaysia.

Total nilai komoditas yang dilepas dalam ekspor perdana tersebut mencapai sekitar Rp10,9 miliar.

Tepung tapioka diproduksi PT Agri Cassava Makmur yang berbasis di Kecamatan Landono. Sementara minyak kelapa diproduksi PT Sofi Agri Industries yang berbasis di Kecamatan Moramo Utara.

Kedua perusahaan tersebut memanfaatkan bahan baku yang berasal dari petani di Sulawesi Tenggara. Ubi kayu menjadi bahan baku utama produksi tepung tapioka, sedangkan kelapa digunakan untuk produksi minyak kelapa.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya ubi kayu dan kelapa yang besar. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan petani.

“Karena itu, Barantin bersama pemangku kebijakan terkait akan saling membantu dalam meningkatkan nilai tambah dari dua komoditas tersebut, khususnya dalam hal ekspor ke luar negeri,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya, keberlanjutan ekspor komoditas pertanian perlu didukung dengan penguatan produksi dan pemenuhan standar yang dibutuhkan untuk pasar internasional.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengatakan ekspor perdana langsung ke negara tujuan merupakan bagian dari upaya mendukung program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi sektor pangan dan pertanian.

“Ekspor ini menjadi bagian dari upaya menyukseskan Asta Cita, khususnya hilirisasi dan industrialisasi pangan dan pertanian,” ujar Andi Sumangerukka.

Setelah pelepasan ekspor perdana tersebut, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan akan melakukan pemetaan kebutuhan bahan baku serta luasan lahan yang diperlukan.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus mendukung keberlanjutan ekspor komoditas pertanian Sulawesi Tenggara, khususnya tepung tapioka dan minyak kelapa.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.