Skip to main content
STIE 66

STIE Enam Enam Kendari Perkuat Jejaring Internasional

HALUANRAKYAT.com, PARIS – Komitmen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari dalam memperluas jejaring internasional kembali ditunjukkan melalui pertemuan strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Prancis. Pertemuan yang berlangsung di Balai Budaya KBRI Paris, Senin (11/5/2026), menjadi bagian dari audiensi dan kunjungan Delegasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX yang diterima secara resmi oleh KBRI Paris.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi STIE Enam Enam Kendari diterima langsung oleh Syarifa Hanoum yang memaparkan berbagai peluang kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Prancis, termasuk potensi pengembangan kemitraan dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa.

Sementara itu, STIE Enam Enam Kendari diwakili oleh Ichsanuddin Akbar bersama Abdul Azis Muthalib. Kehadiran pimpinan yayasan dan perguruan tinggi tersebut menjadi bentuk keseriusan institusi dalam mendorong internasionalisasi pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam pemaparannya, Atase Pendidikan KBRI Paris menjelaskan bahwa Prancis merupakan salah satu destinasi pendidikan unggulan di Eropa dengan lebih dari 3.500 institusi pendidikan tinggi yang terdiri atas 72 universitas, 271 sekolah doktoral, 227 sekolah teknik, 220 sekolah bisnis dan manajemen, serta ribuan institusi pendidikan tinggi lainnya. Negara tersebut juga menawarkan berbagai program beasiswa internasional dan lingkungan akademik yang mendukung mobilitas mahasiswa maupun dosen.

Ketua STIE Enam Enam Kendari, Abdul Azis Muthalib menyampaikan, dukungan KBRI Paris memiliki peran penting dalam membuka akses komunikasi dan jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Prancis maupun negara-negara Eropa lainnya.

“KBRI Paris dapat menjadi penghubung penting bagi perguruan tinggi Indonesia yang ingin menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus di Prancis dan Eropa. Ini merupakan peluang besar bagi STIE Enam Enam Kendari untuk memperluas kolaborasi internasional dan meningkatkan kualitas akademik di tingkat global,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama internasional tidak cukup hanya diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), tetapi harus diimplementasikan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa.

Sejumlah peluang kolaborasi yang menjadi fokus pengembangan antara lain program student mobility, staff mobility, visiting professor, pertukaran mahasiswa, joint research, joint publication, international internship, virtual exchange, short course, study excursion, hingga program dual degree dan joint degree.

“Kerja sama internasional yang kuat tidak dimulai dari dokumen semata, tetapi dari kegiatan akademik yang berjalan secara berkelanjutan. Ketika kolaborasi sudah terlaksana melalui riset bersama, seminar internasional, kuliah tamu, atau pertukaran mahasiswa, maka kerja sama formal akan menjadi lebih kuat dan bermakna,” tambahnya.

Selain membuka peluang kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi di Prancis, pertemuan tersebut juga memberikan gambaran mengenai ekosistem pendidikan tinggi Eropa yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen STIE Enam Enam Kendari untuk meningkatkan kompetensi global, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu agenda strategis yang terus didorong oleh yayasan guna meningkatkan daya saing lulusan dan kualitas institusi.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun jejaring internasional yang lebih luas. Kami berharap dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif dengan mitra perguruan tinggi di Eropa sehingga mahasiswa dan dosen STIE Enam Enam Kendari memperoleh pengalaman akademik bertaraf internasional,” ungkapnya.

Melalui audiensi dengan KBRI Paris tersebut, STIE Enam Enam Kendari optimistis dapat memperluas akses kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi unggulan di Prancis dan Eropa. Langkah ini sekaligus memperkuat visi institusi untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui penguatan pendidikan, penelitian, publikasi internasional, inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.