Skip to main content
USN

USN Kolaka - Pemdes Watalara Ubah Sampah Jadi Peluang, Dorong Budidaya Maggot untuk Pakan Ikan

HALUANRAKYAT.com, KOLAKA – Sampah rumah tangga yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan kini didorong menjadi sumber daya bernilai guna dan ekonomi.

Fakultas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (FPPP) Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Watalara dan Nampah Kolaka melalui program Bina Desa yang memadukan edukasi pengelolaan sampah dengan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pakan ikan. 

Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Ilmu Perikanan dan Program Studi Ilmu Kelautan FPPP USN Kolaka tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program dikemas dalam dua kegiatan utama, yakni Edukasi Lingkungan Desa Watalara (Eling Watalara) dan Pelatihan Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan.

Melalui Eling Watalara, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah, mulai dari membedakan sampah organik dan anorganik hingga mengenali potensi nilai ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik.

Pada saat yang sama, pelatihan budidaya maggot BSF memperkenalkan cara memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai media budidaya maggot yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif dalam kegiatan budidaya ikan.

Program ini tidak hanya berorientasi pada persoalan kebersihan lingkungan. Kegiatan juga dirancang sebagai ruang pembelajaran langsung bagi dosen dan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik sekaligus berkontribusi menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat desa.

Dari Sampah, Tumbuh Peluang Ekonomi

Antusiasme masyarakat terlihat melalui keterlibatan mereka dalam materi, praktik, dan diskusi mengenai pengelolaan sampah serta peluang pemanfaatannya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman bahwa sampah dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali sehingga mempunyai nilai guna maupun nilai ekonomi.

Kepala Desa Watalara, Tomy Ansyar, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, program Bina Desa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan potensi nilai ekonominya. Program tersebut sekaligus mendukung pengembangan potensi perikanan air tawar di Desa Watalara.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Masyarakat mendapatkan pengetahuan baru bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna,” ujar Tomy Ansyar.

Ia berharap kegiatan tidak berhenti pada tahap edukasi, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan, pelatihan, serta program pengelolaan sampah dan pengembangan potensi perikanan air tawar secara berkelanjutan di Desa Watalara.

Masyarakat Dorong Pembentukan BSU

Salah satu harapan yang muncul dari masyarakat adalah pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) sebagai wadah pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terorganisasi dan bernilai ekonomi melalui jaringan Nampah Kolaka. Kehadiran BSU diharapkan mampu mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah sekaligus membuka peluang masyarakat memperoleh manfaat ekonomi melalui kegiatan menabung sampah.

Masyarakat juga mengharapkan adanya pelatihan dan pendampingan lanjutan dalam pengolahan sampah organik maupun anorganik. Sampah organik dapat diarahkan menjadi kompos, media budidaya maggot, serta produk bermanfaat lainnya, sementara sampah anorganik dapat dikembangkan melalui kegiatan daur ulang dan pengolahan menjadi produk bernilai ekonomi.

Bangun Desa Bersih, Produktif, dan Berkelanjutan

Kolaborasi Program Studi Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan FPPP USN Kolaka bersama Pemerintah Desa Watalara dan Nampah Kolaka menjadi langkah awal dari program Bina Desa yang diarahkan untuk berjalan secara berkelanjutan. Melalui ELING WATALARA, masyarakat didorong membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah sekaligus memanfaatkan limbah organik melalui budidaya maggot untuk mendukung kegiatan perikanan.

Program selanjutnya diarahkan pada pengembangan Bank Sampah Unit, pelatihan, serta pendampingan masyarakat secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal. Sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi untuk mewujudkan Desa Watalara yang lebih bersih, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Laporan: ASL

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.