HALUANRAKYAT.com, KENDARI – Pesawat angkut berat Airbus A400M milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mendarat di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan pada Sabtu (27/6/2026).
Pesawat terbesar TNI AU ini mendarat sekitar pukul 10.50 Wita dan langsung disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka dan Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto. Kunjungan tersebut menjadi momen untuk melihat secara langsung salah satu alutsista strategis terbaru milik TNI AU yang akan memperkuat kemampuan mobilitas udara nasional.
Dalam peninjauan itu, Andi Sumangerukka didampingi jajaran TNI AU, Penjabat Sekretaris Daerah Sultra, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Gubernur berkesempatan memasuki pesawat untuk melihat kondisi ruang kargo serta berbagai fasilitas di bagian dalam Airbus A400M. Ia juga menerima penjelasan dari awak pesawat mengenai spesifikasi teknis, kemampuan operasional, hingga peran strategis pesawat dalam mendukung berbagai misi nasional.
Airbus A400M merupakan pesawat angkut berat yang kini resmi dioperasikan TNI AU untuk memperkuat mobilitas udara strategis Indonesia. Unit pertama diserahterimakan pada November 2025, sedangkan unit kedua tiba di Indonesia pada akhir Maret 2026.
Pesawat ini memiliki kemampuan mengangkut muatan hingga 37 ton dengan ruang kargo berkapasitas besar. Selain mendukung distribusi logistik militer, Airbus A400M juga dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi kemanusiaan, seperti evakuasi medis menggunakan modul ambulans udara, penanganan bencana alam, hingga operasi pemadaman kebakaran hutan.
Tak hanya itu, Airbus A400M memiliki daya jelajah hingga delapan jam penerbangan tanpa henti dan mampu mendarat di landasan pendek maupun medan yang belum beraspal. Kemampuan tersebut menjadikan pesawat ini sangat ideal untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan kondisi geografis yang beragam, termasuk daerah terpencil di Indonesia.
Pendaratan perdana Airbus A400M di Bandara Haluoleo menjadi momentum penting yang menunjukkan kesiapan infrastruktur penerbangan di Sulawesi Tenggara sekaligus mempertegas peran strategis wilayah tersebut dalam mendukung operasi udara dan misi kemanusiaan TNI AU di kawasan timur Indonesia.