HALUANRAKYAT.com, KONAWE SELATAN — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu pagi.
Zulkifli Hasan tiba bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, serta Regional CEO Wilayah Sulawesi Maluku Papua (Sulamapa) PT Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani.
Sebelum mengikuti Rembuk Tani, Zulkifli Hasan terlebih dahulu mengecek kondisi persawahan di Desa Pambulaa Jaya. Persawahan di wilayah tersebut masih produktif meski tengah menghadapi musim kemarau panjang.
Zulkifli mengatakan, kegiatan Rembuk Tani digelar untuk menyerap aspirasi para petani, termasuk berbagai keluhan dan tantangan yang mereka hadapi.
Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung dari petani penting agar kebijakan pemerintah yang diambil dapat lebih akurat dan tepat sasaran.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam Rembuk Tani adalah ketersediaan dan harga pupuk.
Zulkifli memastikan harga pupuk yang dipasarkan melalui kelompok tani saat ini telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Selain harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok dan kelancaran rantai distribusi pupuk hingga ke tingkat petani.
"Harga gabah kini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram tanpa adanya syarat pemotongan kadar air yang selama ini dinilai merugikan para petani. Nilai Tukar Petani untuk komoditas padi dan jagung berhasil menyentuh angka 131, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah," ujar Zulhas, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Regional CEO Wilayah Sulamapa PT Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani memastikan stok pupuk di wilayah Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Tenggara, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani hingga sekitar dua setengah bulan ke depan.
Menurut Wisnu, PT Pupuk Indonesia saat ini fokus mengamankan stok untuk menghadapi musim tanam yang diperkirakan berlangsung setelah musim penghujan tiba pada Desember 2026.
"Harga pupuk bersubsidi resmi turun hingga 20%, menjadikan harga Urea senilai Rp90.000 per zak dan NPK Phonska senilai Rp92.000 per zak," jelas Wisnu.
Jaminan ketersediaan stok dan harga pupuk diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki nilai tukar petani, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Sul