Skip to main content
Pelosika

Pemerintah Segera Bangun Bendungan Pelosika, Terbesar Ketiga di Indonesia

HALUANRAKYAT.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Sumber Daya Air periode 2025–2029.

Bendungan Pelosika dirancang sebagai bendungan multiguna untuk memperkuat ketahanan pangan dan air, mengendalikan banjir, sekaligus mendukung pengembangan energi di Sulawesi Tenggara. Data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU juga mencatat Pelosika sebagai salah satu bendungan yang masih berstatus rencana. 

Dengan kapasitas tampung total mencapai 1,117 miliar meter kubik dan tampungan efektif 808 juta meter kubik, Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia serta terbesar di Sulawesi Tenggara.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan perlu berjalan selaras dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Hal itu agar air yang ditampung dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk mendukung sektor pertanian.

“Suplai air yang berkelanjutan menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Dody.

Berdasarkan rencana pembangunan, Bendungan Pelosika ditargetkan memiliki luas genangan sekitar 5.451,56 hektare dengan daerah tangkapan air seluas 2.780,93 kilometer persegi.

Bendungan ini akan mendukung layanan irigasi seluas 20.458 hektare, terdiri dari 12.678 hektare daerah irigasi fungsional dan 7.780 hektare daerah irigasi potensial.

Dukungan air irigasi tersebut ditargetkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 220 persen menjadi 300 persen. Dengan demikian, lahan pertanian yang sebelumnya dapat ditanami dua kali dalam setahun berpotensi meningkat menjadi tiga kali.

Selain irigasi, Bendungan Pelosika dirancang menyediakan air baku sebesar 750 liter per detik untuk masyarakat Kabupaten Konawe. Air tersebut nantinya dapat diolah melalui instalasi pengolahan air dan disalurkan melalui jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga sekitar 540 ribu jiwa.

Fungsi lainnya adalah pengendalian banjir. Pembangunan bendungan ini diproyeksikan dapat mengurangi wilayah terdampak risiko banjir dari sekitar 19.330 hektare menjadi 6.301 hektare di Kabupaten Konawe.

Wilayah yang mendapat manfaat pengendalian banjir tersebut mencakup Kecamatan Asinua, Abuki, Lambuya, Uepai, Unaaha, Konawe, Anggaberi, Wawotobi, Wonggeduku, dan Pondidaha.

Dari sisi energi, Bendungan Pelosika juga dirancang mendukung pengembangan pembangkit listrik, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 40 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 261,12 megawatt.

Secara teknis, bendungan menggunakan tipe urugan dengan inti clay, dengan tinggi mencapai 63 meter. Bendungan memiliki elevasi puncak 121 meter, panjang puncak total 404,26 meter, dan lebar puncak 15 meter.

Untuk menunjang aspek keamanan, desain bendungan dilengkapi pelimpah utama tipe ogee dan pelimpah darurat tipe broad-crest.

Pembangunan Bendungan Pelosika saat ini berada dalam tahap pemrograman dan disiapkan untuk proses lelang, dengan rencana masa pelaksanaan pada 2026–2030. Rencana pembangunan Pelosika sendiri telah melalui sejumlah tahapan persiapan sebelumnya, termasuk review desain dan penyiapan infrastruktur pendukung.

Kebutuhan anggaran pembangunan Bendungan Pelosika diperkirakan mencapai sekitar Rp9,8 triliun.

Kehadiran bendungan tersebut diharapkan memperkuat infrastruktur sumber daya air di Sulawesi Tenggara, sekaligus mendukung penyediaan air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat, pengendalian banjir, serta pemanfaatan potensi energi secara berkelanjutan.

Sumber: Humas Kementerian PU

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.