Skip to main content
KARTANA

KARTANA Gelar Pelatihan Penanganan Awal Luka Bakar

HALUANRAKYAT.com, KENDARI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2, Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penanganan Awal Luka Bakar yang diikuti oleh lebih dari dua ratus  peserta.

Peserta ini terdiri dari masyarakat umum, rekan-rekan relawan, organisasi kemanusiaan, lembaga teknis, mitra pemerintah serta rekan media di Kota Kendari.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya penanganan awal luka bakar.

Selain itu, dinamika global yang menunjukkan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian, mengingat luka bakar merupakan salah satu dampak yang sering terjadi dalam situasi konflik maupun bencana.

Komandan KARTANA, Muhammad Matin Adhiddia menyampaikan, pemilihan tema luka bakar pada HUT ke-2 ini merupakan bentuk refleksi dan penghormatan terhadap seluruh korban dari berbagai kasus kebakaran di Kota Kendari.

"Kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana terjadi, dengan membekali diri melalui ilmu dan keterampilan yang tepat. Oleh karena itu, mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dalam semangat gotong royong menuju Kendari Tangguh Bencana," ucapnya.

Kegiatan pelatihan menghadirkan narasumber dokter Alim Al Fath Rianse yang menyampaikan materi terkait konsep dasar luka bakar, klasifikasi berdasarkan derajat, prinsip pertolongan pertama sesuai standar, serta indikasi rujukan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang harus dihindari agar tidak memperburuk kondisi korban.

Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur, serta serah terima simbolis unit motor rescue trail oleh Komandan KARTANA sebagai upaya penguatan sarana operasional dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, KARTANA berharap dapat terus memperkuat jejaring relawan serta membangun sistem kebencanaan yang tangguh, responsif, dan terintegrasi di Kota Kendari.

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.