HALUANRAKYAT.com, KENDARI – Sebanyak 57 siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al Askar Kendari mengalami keluhan mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026).
Informasi kejadian tersebut diterima dari Koordinator Regional BGN/SPPG wilayah Sulawesi Tenggara, Maharani Puspaningrum, pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 WITA.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.
Informasi yang dihimpun media ini, sebanyak 19 siswa menjalani perawatan di RS Dewi Sartika Kendari. Hingga laporan dibuat, seluruhnya masih menjalani perawatan.
Sementara itu, 27 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Lepo-Lepo. Dari jumlah tersebut, 23 orang masih dirawat dan empat lainnya telah diperbolehkan pulang.
Sedangkan 11 siswa lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Ranomeeto. Sebanyak delapan orang masih menjalani perawatan dan tiga lainnya telah diperbolehkan pulang.
Menu MBG yang dibagikan pada Jumat tersebut terdiri dari nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng.
Berdasarkan kronologi yang dilaporkan SPPG Watubangga, bahan baku ikan tuna sebanyak 256 kilogram diterima pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA dalam kondisi yang disebut baik dan segar.
Ikan kemudian dipotong mulai pukul 17.00 WITA, sebelum dimarinasi sekitar pukul 22.00 WITA dan disimpan dalam kantong plastik untuk selanjutnya dimasukkan ke freezer.
Pada Jumat dini hari, proses produksi tahap pertama dimulai pukul 02.07 WITA dan selesai dimasak pukul 04.19 WITA. Proses pemorsian kemudian berlangsung hingga pukul 07.02 WITA.
Produksi tahap kedua dimulai sekitar pukul 04.46 WITA dan selesai pukul 07.05 WITA, sedangkan tahap ketiga dimulai pukul 07.14 WITA dan selesai pukul 08.30 WITA.
Untuk pengantaran tahap terakhir, SPPG melakukan produksi tahap keempat mulai pukul 10.00 WITA. Proses memasak selesai sekitar pukul 11.42 WITA dan dilanjutkan dengan pemorsian.
MBG tahap terakhir kemudian didistribusikan sekitar pukul 12.50 WITA kepada MTs Al Askar Kendari, MA Al Askar Kendari, SMP Negeri 23 Kendari, dan SD Negeri 92 Kendari.
Pihak SPPG sebelumnya menginformasikan kepada masing-masing penanggung jawab sekolah agar melakukan uji organoleptik terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Sekitar pukul 14.00 WITA, pihak SPPG mendapat laporan dari PIC SD Negeri 92 Kendari bahwa setelah dilakukan uji organoleptik, ditemukan keluhan berupa rasa gatal pada bibir setelah mencicipi ikan tuna.
Atas laporan tersebut, Kepala SPPG menginstruksikan agar paket MBG di SD Negeri 92 Kendari tidak dibagikan kepada siswa. SPPG kemudian memutuskan menarik seluruh paket MBG dari pengantaran tahap terakhir.
Namun, makanan dari distribusi tahap terakhir di MA dan MTs Al Askar Kendari disebut telah terlanjur dikonsumsi oleh para siswa.
Sekitar pukul 14.30 WITA, pihak MA dan MTs Al Askar Kendari kemudian melaporkan adanya siswa yang mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsi MBG.
Para siswa selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Hingga laporan ini dibuat, penyebab pasti munculnya keluhan pada para siswa masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Polresta Kendari telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil sampel makanan MBG yang diduga menyebabkan gejala keracunan tersebut.
“Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor. Selain pengambilan sampel makanan, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga,” ujar Welliwanto.
Menurutnya, pemeriksaan kepolisian tidak hanya difokuskan pada makanan yang dikonsumsi para santri, tetapi juga mencakup pihak-pihak yang berkaitan dengan proses penyediaan, pengolahan hingga pendistribusian makanan program MBG.
“Bapak Kapolresta didampingi Bapak Wakapolresta tadi telah mengunjungi dan mengecek kondisi seluruh santri yang menjadi korban, sekaligus mendatangi lokasi SPPG yang menyuplai makanan tersebut,” tambahnya.
Laporan: ASL