HALUANRAKYAT.com, MUNA – Seorang warga menemukan ratusan butir amunisi berbagai kaliber yang tersimpan di dalam kaleng bekas biskuit merek Khong Guan di kawasan hutan Jalan Pendidikan, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Jumat (6/11/2026).
Benda yang diduga amunisi tersebut pertama kali ditemukan oleh La Ode Muhammad Ali Bara, sekitar pukul 06.00 Wita, saat mencari buah jambu mete dan mangga di kebunnya yang berada di kawasan tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, La Ode Muhammad Ali Bara awalnya menyusuri aliran sungai di sekitar kebunnya. Saat itu, ia melihat sebuah benda menyerupai kaleng yang berada di bawah batu.
Setelah didekati dan dibuka, kaleng tersebut ternyata berisi sejumlah peluru atau amunisi. Ia kemudian pulang ke rumah dan menyampaikan temuannya kepada anggota keluarganya.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada seorang tetangga yang diketahui merupakan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muna. Tetangganya kemudian menghubungi personel Polres Muna untuk melaporkan penemuan benda yang diduga amunisi tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, delapan personel Polres Muna tiba di kawasan hutan Jalan Pendidikan sekitar pukul 10.40 Wita. Sepuluh menit kemudian, petugas bersama warga yang menemukan benda tersebut bergerak menuju lokasi penemuan.
Sekitar pukul 11.00 Wita, petugas Polres Muna bersama anggota Unit Intel Kodim 1416/Muna melakukan pemeriksaan terhadap isi kaleng. Dari hasil pemeriksaan, benda tersebut dipastikan merupakan amunisi.
Adapun amunisi yang ditemukan sejumlah 143 butir, terdiri atas satu butir kaliber 7,9 milimeter, 112 butir kaliber 5,56 milimeter dengan tahun produksi 1978, serta 30 butir kaliber .38 S&W.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Markas Polres Muna sekitar pukul 11.45 Wita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, asal-usul amunisi tersebut belum diketahui. Kepala Seksi Humas Polres Muna, Iptu Jufri yang dihubungi Haluanrakyat.com mengatakan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menelusuri sumber dan riwayat keberadaan ratusan butir amunisi yang ditemukan di kawasan hutan tersebut.
"Kami masih menunggu laporan lengkapnya dari personil yang ke TKP," kata Jufri.